Medan: It’s Shopping Time

26 10 2010

Kaki lima atau deportment store? Barang bermerk atau murah meriah? Butik mewah, factory outlet atau toko suvenir kerajinan lokal? Yang jelas, shopping memang menjadi salah satu acara “wajib” untuk acara tamasya Anda! Happy hunting!

Sun Plaza

Pusat perbelanjaan modern yang kini mulai menjamur ternyata tak hanya melanda kota-kota di Jawa. Mal dengan bangunan yang megah pun banyak berdiri di kota-kota lain di Sumatera, seperti di Medan. Di Ibukota Provinsi Sumatera Utara ini, Anda bisa mengunjungi Sun Plaza, sebuah mal megah, modern dan terbesar.

Berlokasi di jantung Kota Medan, Sun Plaza menyediakan segala kebutuhan segenap warga kota maupun para wisatawan yang berkunjung di sini. Dengan mengusung tema “It’s your lifestyle”, mal ini merupakan pusat perbelanjaan dengan konsep terbaru, didesain sebagai landmark internasional dan pusat belanja modern, bisnis, bersantap plus hiburan.

Tenant-tenant kelas atas, area food court, hypermarket dan arena hiburan terbesar di Medan, lengkap ada di sini. Selain itu, mal ini juga menjadi satu-satunya mal di Sumatera yang memiliki wahana ice skating. Lokasinya yang dekat dengan pusat bisnis dan pemerintahan serta areal parkir yang bisa menampung 2.000 mobil, menjadi kelebihan lain dari mal ini.

Kalender Batak

Berkat kekayaan budayanya. Sumatera Utara juga menjadi tempat yang asyik untuk berburu suvenir unik dan cantik. Pernak-pernik yang diminati umumnya adalah hasil kreasi suku Batak yang telah dikenal sampai ke luar negeri. Salah satu suvenir unik yang paling banyak ditawarkan oleh toko cenderamata yang berderet di daerah Parapat dan Samosir adalah kalender Batak atau disebut juga porhala’an.

Terbuat dari kayu, bambu atau tulang iga babi yang diukir, kalender ini tersedia dalam ukuran yang bervariasi. Dalam paket penjualannya, para penjual juga menyertakan selembar kertas yang berisi keterangan singkat dan cara penggunaan kalender ini. Harganya yang relatif tidak terlalu mahal, menjadikan porhala’an banyak diminati oleh wisatawan dalam dan luar negeri.

Mirip kalender Masehi yang umum digunakan, porhola’an terdiri dari 12 bulan dan 30 hari, serta mempunyai simbol-simbol unik yang masing-masing memiliki makna. Kalender ini masih digunakan oleh masyarakat Batak sejak masa lalu. Inilah yang menjadi guide masyarakat Batak dalam nienentukan hari baik sebelum menyelenggarakan sebuah acara penting seperti pernikahan, memulai musim tanam dan berbagai prosesi lainnya.

Kain Ulos

Kain yang satu ini masih menjadi primadona cenderamata yang banyak dicari oleh wisatawan, karena unik dan bernilai seni tinggi. Anda bisa dengan mudah mendapatkannya di berbagai toko souvenir yang ada di kota Medan. Namun, bila Anda mempunyai waktu liburan yang lebih panjang, tidak ada salahnya untuk mencari ulos yang lebih orisinil sekaligus melihat langsung proses pembuatannya.

Desa Lumban Suhi Suhi adalah lokasi yang pas untuk melihat bagaimana ulos dibuat dengan peralatan tenun tradisional. Anda juga bisa membelinya. Para perajin di desa mungil di Samosir ini, umumnya membuat ulos yang berwama cerah yang dikenal dengan Bulu Torus yang biasa dipakai oleh kaum perempuan sebagai selendang. Sentra pembuatan ulos lainnya, ada di Desa Meat di daerah Balige, Tobasa. Jenis yang dibuat di sini adalah Ragi Hotang yang dominan berwarna hitam dan biasa dipakai oleh pengantin pria atau oleh para sesepuh Batak.

Sumber: Majalah Tamasya


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: