671 Bahasa Daerah di Indonesia Terancam Punah

11 11 2010

 Modernisasi dan era globalisasi benar-benar berdampak luar biasa bagi kehidupan manusia di muka bumi. Pasalnya, kedua hal tersebut tak hanya mengakibatkan degradasi moral dan rusaknya lingkungan hidup yang membuat sejumlah spesies terancam punah, tapi bahasa daerah pun ikut-ikutan terancam punah.
Seperti diberitakan harian Media Indonesia, Kamis (8/7), sebuah lembaga pengkajian bahasa internasional menyebutkan,90% dari 6.500 bahasa di dunia akan sirna. Dari jumlah itu, 671 bahasa di antaranya berada di Indonesia. Padahal, bangsa negeri kepulauan ini ‘hanya’ memiliki 746 bahasa.

“Berdasarkan penelitian itu, 90% bahasa di dunia akan sirna di akhir abad 21,” jelas Kepala Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional Sugiyanto.
Diakui, hasil penelitian itu sudah mendekati kebenaran, karena jika eksistensi bahasa daerah di Indonesia dicermati dengan benar, maka akan diketahui sudah ada 10 bahasa daerah yang tidak ada lagi di Indonesia, dan 150 bahasa lagi kian sedikit penggunanya.
“Punahnya bahasa-bahasa daerah itu antara lain disebabkan perang antarsuku, bencana alam, urbanisasi, dan perkawinan campuran. Selain itu, akibat perkembangan zaman, banyak keluarga yang tidak lagi mengajarkan bahasa daerahnya kepada generasi muda,” imbuh Sugiyanto.
Bahasa daerah yang telah hilang di antaranya bahasa daerah di Kalimantan Selatan, yakni bahasa Alalak Berangas yang digunakan penghuni Pulau Alalak, dan bahasa Abal milik suku Dayak pedalaman di Kabupaten Tabalong.
Tak dapat dipungkiri, keengganan keluarga mengajarkan bahasa daerah kepada generasi muda, karena selain bahasa Indonesia telah menjadi bahasa ‘ibu’ di negara ini, juga karena di benak bangsa Indonesia telah tertanam keyakinan bahwa mempelajari bahasa asing, terutama bahasa Inggris, akan lebih potensial bagi masa depan, dibanding bahasa daerah. Itu sebabnya dari tahun ke tahun lembaga kursus bahasa asing terus menjamur, sementara lembaga kursus bahasa daerah sama sekali tak ada.
Ada baiknya kita belajar dari bangsa Jepang, karena meski penduduk negara Matahari Terbit itu tetap mengikuti perkembangan zaman, namun mereka tidak meninggalkan kultur dan adat istiadatnya. Karenanya mereka dapat menjadi salah satu bangsa besar dan maju di dunia, meski pada 1945 negaranya dihancurkan Amerika Serikat dengan bom atom yang dijatuhkan di kota Heroshima dan Nagasaki.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: