Ikan “Monster” Hidup di Laut Australia

11 11 2010

Great Barrier Reef, kumpulan terumbu karang terbesar dunia yang terletak di Australia, ternyata memiliki populasi yang aneh dan mengerikan, karena di antaranya bahkan ada yang berwujud seperti monster dalam film-film besutan Hollywood.

Fakta ini terungkap setelah Tim Peneliti dari Universitas Queensland, Australia, menjelajahi terumbu karang pada kedalaman sekitar 1.500 meter dari permukaan laut itu dengan menggunakan kamera berteknologi tinggi yang dapat dioperasikan dari jarak jauh.
Ahli Biologi Kelautan, Justin Marshall yang memimpin tim peneliti mengatakan, beberapa spesies berhasil tertangkap kamera, di antaranya hiu prasejarah bersirip enam, oil fish (sejenis Mackerel), kawanan Crustacea, dan banyak ikan yang tak terdefinisikan yang terlihat seperti monster dalam film fiksi ilmiah yang dibuat para kreator perfilman Amerika (lihat gambar).
Tim juga menemukan Nautilius yang masih satu keluarga dengan gurita dan masih hidup di cangkangnya, seperti yang mereka lakukan selama jutaan tahun.
“Seperti halnya memahami kehidupan di dekat permukaan laut, kami harus ‘menyelam’ lebih dalam dari dinding Osprey Reef untuk mencari tahu kehidupan di kedalaman 2.000 meter, di mana cahaya matahari tidak menjangkaunya,” kata Marshall seperti dimuat laman CNN.
Tim menggandeng ahli taksonomi dan pakar ilmu alam dari seluruh dunia untuk menyelidiki kehidupan biosfer terbesar di laut Australia. Juga untuk mengidentifikasi mahluk-mahluk yang ditemukan di sana.
“Makin dalam menjangkau lautan, Anda akan menemukan spesies yang benar-benar baru,” imbuhnya.
Ini bukan sekedar pencarian mahluk baru. Marshall mengatakan, makhluk laut dapat membantu peneliti untuk lebih memahami gangguan otak manusia yang menyebabkan kondisi abnormal, seperti epilepsi.
Kok bisa?
Dia menjelaskan, sebagian besar pengetahuan tentang bagaimana fungsi sel saraf dan komunikasinya pertama kali dirintis melalui penelitian pada sel saraf cumi-cumi raksasa. Kurangnya kita memahami kehidupan di laut telah memicu perdebatan akhir-akhir ini, terutama terkait bencana tumpahan minyak di Teluk Meksiko.
“Saya kira kita lebih banyak meneliti bulan ketimbang laut dalam,” kata Lisa Levin, profesor biologi kelautan di Scripps Institution of Oceanography.
Keberadaan kehidupan laut dalam yang masih misterius adalah alasan kuat yang dipegang para ahli biologi, untuk mengatakan ‘tidak’ pada pengeboran dasar di laut dalam.
“Kita memiliki kecenderungan untuk menghancurkan suatu kehidupan, bahkan sebelum kita menemukan eksistensinya,” kata Levin. (vivanews.com)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: