Rahasia Terbelahnya Lautan Oleh Nabi Musa

11 11 2010

Selama berabad-abad para ilmuwan sangat penasaran terhadap mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Musa saat beliau tersudut di Laut Merah bersama ribuan pengikutnya akibat dikejar-kejar Fir’aun. Kini ilmuwan merasa telah menemukan jawaban mengapa hanya dengan memukulkan tongkatntya ke Laut Merah, laut itu dapat terbelah dua.

Dalam kitab Injil dan Al Qur’an disebutkan, saat Nabi Musa dan pengikutnya tersudut di tepi Laut Merah ketika dikejar-kejar Fir’aun dan bala tentaranya, Allah berfirman agar Nabi Musa memukulkan tongkatnya, dan perintah itu dilakukan. Laut kemudian bergolak dan terbelah menjadi dua, sehingga di tengah-tengahnya membentang jalan setapak dari satu tepi laut ke tepi lainnya. Nabi Musa kemudian memerintahkan pengikutnya untuk segera menyeberang melalui jalan itu, dan ketika Fir’aun bersama belantaranya menyusul, laut kembali menyatu, sehingga Fir’aun dan tentaranya tenggelam dan diseret ganasnya ombak Laut Merah.
Menurut para ilmuwan dari National Centre for Atmosphere Sederach, Calorado, Amerika Serikat, sebagaimana dipublikasikan Daily Mail, Rabu (22/9/2010), laut itu terbelah gerakan angin.
Dengan menggunakan simulasi komputer maupun penelitian di lapangan, para ilmuwan tahu bahwa angin timur yang berhembus dengan kecepatan 63 mph selama 12 jam dalam semalam dapat menyibak air laut dan menciptakan sebuah jalan sepanjang dua mil dengan lebar tiga mil selama empat jam. Saat kecepatan angin turun, air akan kembali ke posisi awal, mirip fenomena pasang surut. Dalam jurnal Public Library of Science ONE, para ahli menguraikan bahwa siapapun yang melewati jalan itu sesudah angin melemah, akan berisiko tenggelam.
Namun demikian, sedikit berbeda dengan Al Qur’an dan Injil, para ilmuwan yakin yang dibelah Nabi Musa bukan Laut Merah, melainkan di delta Sungai Nil yang dekat dengan laut itu, dimana disitu terdapat sebuah sungai kuno yang menyatu dengan laguna.
“Orang-orang selalu terpesona dengan kisah Musa, dan meyakini bahwa itu adalah fakta sejarah. Apa yang ditunjukan dalam penelitian ini adalah bahwa deskripsi membelahnya lautan, memang masuk akal dalam hukum fisika Ini fenomena alam.” kata ketua tim peneliti, Carl Drews.
Ditambahkan, mMembelahnya laut bisa dipahami melalui dinamika fluida. Angin menggerakkan air dengan cara yang sesuai dengan hukum fisika, dan menciptakan jalan aman dengan dinding air di dua sisi, lalu air itu runtuh dan menenggelamkan jalan itu. Simulasi komputer juga menunjukkan, tanah kering bisa terlihat di dua lokasi terdekat selama badai angin.
Sayang, penemuan ilmuwan ini tidak mirip dengan apa yang dijelaskan dalam Al Qur’an dan Injil, karena kedua kitab suci itu menjelaskan, setelah Nabi Musa mengetukkan tongkatnya ke Laut Merah, salah satu bagian air terdorong ke sisi yang berlawanan sehingga laut terbelah, bukan air laut terdorong ke dua arah yang berbeda seperti temuan ilmuwan.
Sebelumnya, sejumlah teori pernah disodorkan ilmuwan untuk menjelaskan mengapa ketukan tongkat Nabi Musa dapat membelah laut. Salah satunya adalah, bahwa terbelahnya laut itu akibat, tsunami yang bisa memundurkan air laut dan kemudian memajukannya dengan cepat. Namun teori ini tidak sesuai dengan penjelasan dalam kitab suci, karena dalam kitab suci tak ada ombak belasan meter yang menerjang seperti jika tsunami terjadi.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: